PASAMAN BARAT | Pagi belum sepenuhnya ramai ketika derap langkah personel mulai memenuhi halaman Mapolres Pasaman Barat. Barisan rapi terbentuk, seragam cokelat berdiri sejajar dengan pakaian dinas lainnya. Di ruang terbuka itu, apel pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan penanda dimulainya tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.
Di tengah barisan, sosok Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. hadir memimpin apel. Sikapnya tenang, namun tegas. Kehadirannya memberi pesan kuat bahwa kepemimpinan tidak dijalankan dari balik meja, tetapi dari barisan terdepan bersama anggota.
Apel pagi ini menjadi ruang konsolidasi internal, tempat seluruh personel menyatukan kembali visi dan sikap sebelum turun ke lapangan. Bagi AKBP Agung Tribawanto, apel adalah momen penting untuk memastikan setiap anggota memahami perannya sebagai pelayan publik.
Dalam arahannya, Kapolres menekankan bahwa disiplin adalah fondasi utama institusi Polri. Namun disiplin, menurutnya, tidak berhenti pada kepatuhan terhadap aturan, melainkan tercermin dalam sikap, tutur kata, dan cara anggota memperlakukan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa setiap personel membawa nama institusi di mana pun bertugas. Satu tindakan keliru, sekecil apa pun, dapat berdampak besar pada kepercayaan publik yang selama ini dibangun dengan susah payah.
AKBP Agung Tribawanto juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. Penegakan hukum, katanya, harus berjalan seiring dengan empati dan kepekaan sosial, terutama di tengah masyarakat yang majemuk seperti Pasaman Barat.
Dalam suasana apel yang hening, pesan itu disampaikan tanpa nada tinggi, namun sarat makna. Kepemimpinan yang ditunjukkan bukan dengan tekanan, melainkan keteladanan. Cara itu, perlahan, membentuk budaya kerja yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.
Kapolres juga menekankan kesiapsiagaan personel menghadapi dinamika kamtibmas. Ia meminta seluruh satuan fungsi bekerja sesuai prosedur, saling mendukung, dan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.
Bagi AKBP Agung Tribawanto, soliditas internal adalah kunci. Tanpa kerja sama yang kuat, pelayanan kepada masyarakat akan pincang. Karena itu, ia mendorong komunikasi yang terbuka dan saling menghargai antaranggota.
Apel pagi ini diikuti jajaran perwira, bintara, ASN Polri, serta personel dari berbagai unit kerja. Barisan panjang itu mencerminkan kesiapan institusi dalam menjalankan tugas negara di tingkat daerah.
Lebih dari sekadar barisan rapi, apel pagi menjadi ruang refleksi. Setiap anggota diajak kembali mengingat sumpah jabatan dan tanggung jawab moral sebagai aparat penegak hukum.
AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat harus membawa rasa aman, bukan ketakutan. Polisi, katanya, harus menjadi solusi atas persoalan warga, bukan sumber masalah baru.
Pesan tersebut sejalan dengan arah kebijakan Polri yang menempatkan kepercayaan publik sebagai prioritas utama. Di tingkat Polres Pasaman Barat, nilai itu diterjemahkan melalui kedekatan pimpinan dengan anggota dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Apel pagi pun berakhir tanpa kemegahan berlebihan. Tidak ada seremoni panjang, namun pesan yang disampaikan meninggalkan kesan mendalam. Dari halaman Mapolres itu, tugas-tugas kepolisian kembali bergerak.
Di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., Polres Pasaman Barat terus berupaya membangun kultur kerja yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Apel pagi hari itu menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana kepemimpinan dijalankan: hadir, mengingatkan, dan memberi arah. Dari rutinitas inilah wajah Polri yang lebih humanis dibangun, dimulai dari Pasaman Barat.
TIM

Tidak ada komentar:
Posting Komentar